0
Mahabharata

Mahabharta adalah sebuah cerita kepahlawan yang di dalamnya terdapat nilai - nilai luhur ajaran Hindhu. Didalam cerita Mahabharata dibagi dalam 18 Kitab (Parwa) :

Adiparwa : Kitab Adiparwa berisi berbagai cerita yang bernafaskan Hindu, seperti misalnya kisah pemutaran Mandaragiri, kisah BagawanDhomya yang menguji ketiga muridnya, kisah para leluhur Pandawa danKorawa, kisah kelahiran Rsi Byasa, kisah masa kanak-kanak Pandawadan Korawa, kisah tewasnya rakshasa Hidimba di tangan Bhimasena, dan kisah Arjuna mendapatkan Dropadi.

Sabhaparwa : Kitab Sabhaparwa berisi kisah pertemuan Pandawa danKorawa di sebuah balairung untuk main judi, atas rencana Duryodana. Karena usaha licik Sangkuni, permainan dimenangkan selama dua kali oleh Korawa sehingga sesuai perjanjian, Pandawa harus mengasingkan diri ke hutan selama 12 tahun dan setelah itu melalui masa penyamaran selama 1 tahun.

Wanaparwa : Kitab Wanaparwa berisi kisah Pandawa selama masa 12 tahun pengasingan diri di hutan. Dalam kitab tersebut juga diceritakan kisah Arjuna yang bertapa di gunung Himalaya untuk memperoleh senjata sakti. Kisah Arjuna tersebut menjadi bahan cerita Arjunawiwaha.

Wirataparwa : Kitab Wirataparwa berisi kisah masa satu tahun penyamaran Pandawa di Kerajaan Wirata setelah mengalami pengasingan selama 12 tahun. Yudistira menyamar sebagai ahli agama, Bhima sebagai juru masak, Arjuna sebagai guru tari, Nakulasebagai penjinak kuda, Sahadewa sebagai pengembala, dan Dropadisebagai penata rias.

Udyogaparwa : Kitab Udyogaparwa berisi kisah tentang persiapan perang keluarga Bharata (Bharatayuddha). Kresna yang bertindak sebagai juru damai gagal merundingkan perdamaian dengan Korawa.Pandawa dan Korawa mencari sekutu sebanyak-banyaknya di penjuruBharatawarsha, dan hampir seluruh Kerajaan India Kuno terbagi menjadi dua kelompok.

Bhismaparwa : Kitab Bhismaparwa merupakan kitab awal yang menceritakan tentang pertempuran di Kurukshetra. Dalam beberapa bagiannya terselip suatu percakapan suci antara Kresna dan Arjunamenjelang perang berlangsung. Percakapan tersebut dikenal sebagai kitab Bhagavad Gītā. Dalam kitab Bhismaparwa juga diceritakan gugurnya Resi Bhisma pada hari kesepuluh karena usaha Arjuna yang dibantu oleh Srikandi.

Dronaparwa : Kitab Dronaparwa menceritakan kisah pengangkatan Bagawan Drona sebagai panglima perang Korawa. Drona berusaha menangkap Yudistira, namun gagal. Drona gugur di medan perang karena dipenggal oleh Drestadyumna ketika ia sedang tertunduk lemas mendengar kabar yang menceritakan kematian anaknya, Aswatama. Dalam kitab tersebut juga diceritakan kisah gugurnya Abimanyu danGatotkaca.

Karnaparwa : Kitab Karnaparwa menceritakan kisah pengangkatan Karnasebagai panglima perang oleh Duryodana setelah gugurnya Bhisma,Drona, dan sekutunya yang lain. Dalam kitab tersebut diceritakan gugurnya Dursasana oleh Bhima. Salya menjadi kusir kereta Karna, kemudian terjadi pertengkaran antara 
mereka. Akhirnya, Karna gugur di tangan Arjuna dengan senjata Pasupati pada hari ke-17.

Salyaparwa : Kitab Salyaparwa berisi kisah pengangkatan Sang Salyasebagai panglima perang Korawa pada hari ke-18. Pada hari itu juga,Salya gugur di medan perang. Setelah ditinggal sekutu dan saudaranya,Duryodana menyesali perbuatannya dan hendak menghentikan pertikaian dengan para Pandawa. Hal itu menjadi ejekan para Pandawasehingga Duryodana terpancing untuk berkelahi dengan Bhima. Dalam perkelahian tersebut, Duryodana gugur, tapi ia sempat mengangkatAswatama sebagai panglima.

Sauptikaparwa : Kitab Sauptikaparwa berisi kisah pembalasan dendamAswatama kepada tentara Pandawa. Pada malam hari, ia bersamaKripa dan Kertawarma menyusup ke dalam kemah pasukan Pandawadan membunuh banyak orang, kecuali para Pandawa. Setelah itu ia melarikan diri ke pertapaan Byasa. Keesokan harinya ia disusul olehPandawa dan terjadi perkelahian antara Aswatama dengan Arjuna.Byasa dan Kresna dapat menyelesaikan permasalahan itu. AkhirnyaAswatama menyesali perbuatannya dan menjadi pertapa.

Striparwa : Kitab Striparwa berisi kisah ratap tangis kaum wanita yang ditinggal oleh suami mereka di medan pertempuran. Yudistiramenyelenggarakan upacara pembakaran jenazah bagi mereka yang gugur dan mempersembahkan air suci kepada leluhur. Pada hari itu pula Dewi Kunti menceritakan kelahiran Karna yang menjadi rahasia pribadinya.

Santiparwa : Kitab Santiparwa berisi kisah pertikaian batin Yudistirakarena telah membunuh saudara-saudaranya di medan pertempuran. Akhirnya ia diberi wejangan suci oleh Rsi Byasa dan Sri Kresna. Mereka menjelaskan rahasia dan tujuan ajaran Hindu agar Yudistiradapat melaksanakan kewajibannya sebagai Raja.

Anusasanaparwa : Kitab Anusasanaparwa berisi kisah penyerahan diriYudistira kepada Resi Bhisma untuk menerima ajarannya. Bhismamengajarkan tentang ajaran Dharma, Artha, aturan tentang berbagai upacara, kewajiban seorang Raja, dan sebagainya. Akhirnya, Bhismameninggalkan dunia dengan tenang.

Aswamedhikaparwa : Kitab Aswamedhikaparwa berisi kisah pelaksanaan upacara Aswamedha oleh Raja Yudistira. Kitab tersebut juga menceritakan kisah pertempuran Arjuna dengan para Raja di dunia, kisah kelahiran Parikesit yang semula tewas dalam kandungan karena senjata sakti Aswatama, namun dihidupkan kembali oleh Sri Kresna.

Asramawasikaparwa : Kitab Asramawasikaparwa berisi kisah kepergianDrestarastra, Gandari, Kunti, Widura, dan Sanjaya ke tengah hutan, untuk meninggalkan dunia ramai. Mereka menyerahkan tahta sepenuhnya kepada Yudistira. Akhirnya Resi Narada datang membawa kabar bahwa mereka telah pergi ke surga karena dibakar oleh api sucinya sendiri.

Mosalaparwa : Kitab Mosalaparwa menceritakan kemusnahan bangsaWresni. Sri Kresna meninggalkan kerajaannya lalu pergi ke tengah hutan. Arjuna mengunjungi Dwarawati dan mendapati bahwa kota tersebut telah kosong. Atas nasihat Rsi Byasa, Pandawa dan Dropadimenempuh hidup “sanyasin” atau mengasingkan diri dan meninggalkan dunia fana.

Mahaprastanikaparwa : Kitab Mahaprastanikaparwa menceritakan kisah perjalanan Pandawa dan Dropadi ke puncak gunung Himalaya, sementara tahta kerajaan diserahkan kepada Parikesit, cucu Arjuna. Dalam pengembaraannya, Dropadi dan para Pandawa (kecualiYudistira), meninggal dalam perjalanan.


Swargarohanaparwa : Kitab Swargarohanaparwa menceritakan kisahYudistira yang mencapai puncak gunung Himalaya dan dijemput untuk mencapai surga oleh Dewa Indra. Dalam perjalanannya, ia ditemani oleh seekor anjing yang sangat setia. Ia menolak masuk surga jika disuruh meninggalkan anjingnya sendirian. Si anjing menampakkan wujudnya yang sebenanrnya, yaitu Dewa Dharma.

Posting Komentar

 
Top